Sains dan Matematika vs Radikalisme

Sumber: newyorker.com

Sumber: newyorker.com

Kita dikejutkan dengan aksi berdarah di Paris, Prancis yang menewaskan lebih dari 120 orang. Kelompok radikal ISIS menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Banyak yang berpendapat bahwa orang-orang yang bergabung dengn ISIS, yang berfaham radikal seperti ISIS disebabkan karena mereka keliru memhahami agama. Akan tetapi saya tidak berpendapat demikian, saya berpendapat karena mereka keliru memahahami sains dan matematika.

Lho apa hubungannya sains dan matematika dengan Radikalisme?

Menurut saya, jika kita mempelajari sains dan matematika dengan benar (bukan dengan cara menghapal atau menggunakan rumus cepat lho 🙂 ) kecil kemungkinan kita terpengaruh paham radikal seperti yang dianut ISIS.

  • Di Kimia kita belajar banyak unsur-unsur kimia dengan sifatnya masing-masing ternyata semuanya memiliki bahan baku yang sama, yaitu hanya terdiri dari Proton, neuron dan elektron.
  • Di Biologi kita belajar begitu banyak macam mahluk hidup, ternyata semua mahluk hidup memiliki unsur kehidupan yang sama.
  • Di Matematika, kita belajar bentuk Lingkaran, segitiga, persegi atau segienam yang terlihat berbeda ternyata sebenarnya mempunyai rupa yang sama, disebut homeomorpic.

Sains dan matematika mengajari kita bahwa hal-hal yang tampaknya berbeda sebenarnya secara esesi sama. Begitu pula manusia dengan segala perbedaannya, secara hakikat kita sebenarnya sama, yaitu sama-sama manusia.

  • Teori Relavitas di fisika mengatakan bahwa hasil pengamatan suatu objek tergantung dari kerangka acuan si pengamat
  • Di Matematika, hasil 1+1 tergantung dari sistem bilangannya. Pada sistem bilangan desimal hasilnya 2, pada sistem bilangan biner hasilnya 10, pada aritmatika modulo 2 hasilnya adalah 0.

Hal tersebut mengajari kita bahwa setiap manusia memiliki kerangka dan sistem berpikirnya masing-masing. Kita harus bisa menerima dan menghargainya bukan malah menghakimi bahwa kerangka dan sistem berpikir yang berbeda dengan kita itu salah.

***

Jika kita mempelajari sains dan metematika dengan benar maka kita akan mendapatkan nilai-nilai yang bertolak-belakang dengan paham radikal. Oya satu hal lagi tujuan kita belajar sains dan matematika adalah membentuk cara berpikir kritis dan rasional. Itu merupakan tameng ampuh dalam menangkal faham radikal.

Advertisements

About Aria Turns

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in dll and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Sains dan Matematika vs Radikalisme

  1. kucingkawin says:

    Mantap!
    Lanjutkan..

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s