Ketunggalan Tafsir

Sumber: wikimedia.org

Sumber: wikimedia.org

Beberapa hari yang lalu ketika saya mengajar di kelas, tiba-tiba seorang siswa bertanya ke saya

Bapak, mengapa suka matematika?

Sebenarnya saya pernah membuat postingan yang merupakan jawaban dari pertanyaan diatas, tetapi entah kenapa, saya menjawab denga jawaban yang berbeda dengan yang pernah saya tulis.

Saat itu secara reflek saya menjawab:

Karena matematika mempunyai ketunggalan tafsir.

Tentunya kalian sudah familiar dengan dalil Pythagoras, suatu rumus yang menerangkan hubungan sisi-sisi dari segitiga siku-siku yang kalian pelajari di SMP. Diambil dari nama matematikawan Yunani kuno yang hidup 500 SM. Konon katanya dia lah yang pertama kali membuktikannya meskipun demikian ada bukti-bukti masyarakat babylonia yang hidup 2000 SM sudah memahami rumus tersebut.

Selama lebih dari ribuan tahun dalil Pythagoras mempunyai tafsir yang tunggal. Tidak ada tafsir dalil Pythagoras menurut Euler, menurut Cauchy, menurut Gauss. Dari anak SMP yang baru belajar Pythagoras sampai matematikawan besar sekalipun mempunyai tafsir yang sama terhadap  dalil Pythagoras

Matematika adalah bahasa simbol yang mempunyai tata bahasa tersendiri. Ajaibnya segala sesustu yang dituliskan dalam bahas simbol tersebut akan mempunyai tafsir yang tunggal. Saya katakan ajaib, karena saya sendiri belum bisa menjelaskan mengapa terjadi ketunggalan tafsir.

Pada point inilah yang menyebabkan saya lebih tertarik mempelajari matematika daripada agama dengan kitab sucinya yang multi tafsir

Advertisements

About Aria Turns

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in dll and tagged , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Ketunggalan Tafsir

  1. winterwing says:

    ya, semua orang sepakat dalam matematika. karena itu aya juga suka matematika. misalnya semua orang sepakat 1 + 1 = 2. tafsirnya sama. jangan dipindah basis lo pak. nanti jadi runtuh dongs sistem matematika selama ini.
    kalau soal tafsir kitab suci, yang jelas yang benar adalah para nabi. seharusnya setiap orang sepakat sebab mengikuti kata nabi. lain halnya dengan beda pendapat fikih. itu karena hadisnya yang sampai beda-beda.
    btw pak, saya mau tanya ada nggak ya buku pengantar matematika yang mejelaskan definisi dan struktur matematika? fisika ada, sosiologi, ekonomi, bahasa, ada. tapi kenapa matematika gak ada ya? sering kali langsung ke sistem himpunan bilangan seperti dari bilangan asli sampai kompleks, lalu aljabar gitu.

  2. Nugroho says:

    Mas Aria Yth, pada postingan anda kali ini anda mencantumkan sebuah gambar yg isinya adalah akar kuadrat dari (-1). Saya jadi teringat waktu sma dulu, guru saya pernah bilang bahwa akar kuadrat dari (-1) adalah “i” atau disebut juga bilangan imajiner. Saya lupa menanyakan akar dari “i” itu bilangan apa. Harap mas arya sudi untuk menjawab pertanyaan saya yang belum terjawab sampai sekarang.
    Terimakasih… 🙂

  3. Agus Haryadi says:

    Bagaimana dengan matematika sendiri ?, saya banyak membaca matematika menurut si A, menurut si B, menurut si C dll

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s