Gagak Hitam

gagak

Sumber: allaboutbirds.org

Pada tahun 1945, Seorang Filsuf Jerman  Carl Gustav Hempel menerbitkan essay berjudul Studies in the Logic of Confirmation yang menujukkan adanya paradoks pada metode penelitian saintis yang menggunakan penalaran induktif.  Paradoks tersebut dinamakan Paradoks burung Gagak atau dinamakan juga Paradoks Hempel.

Misalkan kita memmpunyai hipotesis:

(1) Semua Burung Gagak berwarna hitam.

Untuk membuktikan secara saintis pernyataan (1) tentu saja kita harus melakukan penelitian / pengamatan.

Hari ke-1: Semua gagak yang kita lihat berwarna hitam

Hari ke-2: Kita masih melihat gagak berwaran hitam

:

:

Hari Terakhir: Tetap gagak yang kita lihat semuanya berwarna hitam

Menurut Penalaran Induktif dapat kita simpulkan:

Ya… memang benar, semua gagak berwarna hitam.

Pernyataan (1) adalah pernyataan berbentuk implikatif “Jika P maka Q”, penyataan (1) sebenarnya merupakan bentuk sederhana dari:

Jika suatu objek berwarna hitam maka objek tersebut burung gagak.

Menurut hukum Logika pernyataan implikatif ” Jika P maka Q” ekuivalen / sami mawon (secara logika) dengan kontrapositif ” Jika tidak Q maka tidak P”.

Contoh: Pernyataan ” Jika Saya tinggal di Bogor maka saya tinggal di Jabotabek” sama saja dengan ” Jika saya tidak tinggal di Jabotabek maka saya tidak tinggal di Bogor”.

Pernyataan  “Jika suatu objek berwarana hitam maka objek tersebut burung gagak ” sama saja dengan ” Jika suatu objek tidak berwarna hitam maka objek tersebut bukan burung gagak”, dapat kita sederhanakan menjadi

(2). Semua yang tidak berwarna hitan bukanlah burung gagak.

Telah kita bahas pernyataan (1) dan (2) sami mawon. Apa artinya? Artinya bukti-bukti untuk pernyataan (2) juga merupakan bukti-bukti untuk pernyataan (1).

  • Daun berwarna hijau
  • Celana Jeans berwarna biru.
  • Mawar berwarna merah
  • Pisang berwaran Kuning.

Ke-4 hal diatas merupakan bukti-bukti untuk pernyataan (2). Dengan kata lain hijaunya daun, birunya celana jeans, merahnya mawar, dan kuningnya pisang dapat dijadikan bukti-bukti bahwa semua gagak berwarna hitam, Mmm tidak masuk akal bukan??

Dalam  Sains yang menggunakan penalaran induktif, untuk membuktikan suatu hipotesis kita harus mencari bukti-bukti yang mendukung. Paradoks burung gagak menujukkan secara logika kita boleh menggunakan bukti-bukti yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan hipotesis.

Catetan:

Sumber: tribuneindia.com

Sumber: tribuneindia.com

Sebenarnya ada gagak putih/ Albino. Jadi pernyataan (1) adalah salah. Mungkin di Tahun 1940an, orang tidak tahu bahwa gagak albino itu ada.

 

Advertisements

About Aria Turns

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in Logika, Paradoks and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Gagak Hitam

  1. Sandy says:

    sebenarnya penemuan fakta yang sifatnya induktif itu belum layak disebut “bukti” ya? statusnya hanya “fakta yang mendukung hipotesis”, bukan “fakta yang membuktikan hipotesis”.
    seperti pada konjektur, sebanyak apapun temuan fakta induktif yang mendukung statusnya tetap konjektur.
    1+1 = 2
    3+5 = 8
    dll sama sekali tidak membuktikan bahwa ganjil+ganjil=genap, itu hanyalah fakta-fakta yang mendukung saja. lain hal jika
    2m+1 + 2n+1 = 2m+2n+2 = 2(m+n+1) = 2k
    baru bisa disebut bukti.

  2. simon lakimbeli says:

    ya saya setuju, kita harus berangkat dari defenisi negasi itu sendiri.misal negasi putih, bukan putih.artinya yang bukan warna putih adalah semua warna duluar warna putih

  3. erankyas says:

    Mmmm..
    apakah negasi dari hitam adalah bukan hitam?
    kalau iya, berarti ,cth, negasi dari wanita adl bukan wanita. kata bukan wanita bisa berarti meja, kursi, dsb. sedangkan pada kenyataan nya meja dan kursi bukanlah lawan dari wanita?

    • Aria Turns says:

      Coba dech baca lagi apa itu negasi.
      Negasi dari P adalah bukan P
      Btw emang lawan dari Wanita itu apa? Pria, bukannya pria itu pasangan wanita bukan lawan?

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s