Tuhan dan Kemustahilan Matematis

Even a deity whocould create the universe couldn’t make 4 a prime number.

Pernyatan dari Mark Chu Carroll, penulis Good Math, Bad Math, salah satu blog matematika yang saya ikuti, dia juga Software Engineering di Google,  pada salah satu tulisannya.

Membuat 4 menjadi bilangan prima adalah satu kemustahilan Matematis. Yang saya maksud dengan kemustahilan matematis adalah hal yang mustahil terjadi di dunia matematis. Contoh kemustahilan Matematis yang lain:

  • Membuat 5 menjadi bil genap
  • Mendefinsikan pembagian dengan nol (division by zero)
  • Membuat segitiga yang jumlah sudutnya tidak 180° pada bidang datar/ Euclid
  • Membuat segitiga siku-siku yang tidak memenuhi Teorema Phytagoras
  • dan semua hal yang bertentangan dengan teorema-teorema yang sudah ada.

Pernyataan dari Mark Chu Carroll, menimbulkan pertanyaan dalam benak saya

Apakah DIA mampu mengatasi kemustahilan matematis? (Tentunya tanpa merombak aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang sudah ada).

Setelah saya berpikir, apapun jawaban atas pertanyaan tersebut akan selalu menimbulkan kontradiksi. Siapa pun yang mengatasi kemustahilan matematis akan bertentangan dengan akisoma-aksioma atau definisi-definisi yang ada. Siapapun yang mengubah 4 menjadi bilangan prima akan bertentangan dengan dengan definisi bilangan prima itu sendiri. Akan tetapi, jika DIA tidak mampu mengatasi kemustahilan Matematis maka akan bertentangan dengan sifat Kemaha kuasaan yang dimiliki oleh-NYA.

Saya berpendapat pertanyaan saya tersebut ekuivalent dengan Paradoks Sang Maha Kuasa (Omnipotence’s Paradoks).

Mampukah sang Maha Kuasa (Omnipotence) menciptakan batu yang teramat berat sehingga DIA sendiri tidak mampu mengangkatnya?

Dalam Logika segala sesuatu yang menimbulkan kontradiksi harus kita tolak. Apa artinya saya menolak Tuhan? TIDAK, TIDAK saya tidak berpikir demikian.

Menurut Hemat saya, pertanyaan saya diatas dan juga  Paradoks Sang Maha Kuasa menujukan dalam kacamata logika, Tuhan bisa dipandang dari 2 sudut pandang berbeda: Tuhan diluar jangkauan Logika manusia atau sebaliknya Tuhan bertentangan dengan Logika.

Pilihan ada ditangan anda, pilihlah dengan bijak.

Advertisements

About Aria Turns

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in Logika, Paradoks and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Tuhan dan Kemustahilan Matematis

  1. mark says:

    koreksi: Mark Chu Carroll, dia bukan Software Engineering di Google, tapi Software Engineer di Google.. 🙂

  2. tentang omnipotence, ini jawabannya dari wiki, daripada kalian jadi philosoraptor 😀

    “Mathematically

    Yet another answer can be considered that mathematically there is no number larger than infinite since:

    infinite + infinite = infinite

    infinite x infinite = infinite

    Even if something was added to infinite it would still equal infinite. Since the subject has no numerical limit it cannot be compared to anything else without being infinitely disproportionate. If compared to itself it would be equally proportionate”

    Tuhan adalah Maha Memiliki Kekuatan Tak Terhingga (sesuai dengan definisi omnipotence / maha kuasa / mutlak, tak ada yang mengunggulinya), maka kekuasan Tuhan diibaratkan dengan Infinity. Karena tidak ada yang lebih besar dari tak terhingga.

  3. gale dogra says:

    Semua pernyataan itu kan hanya dibuat oleh orang luar untuk membuat kita bertanya-tanya akan sesuatu yg sebenarnya hanya bertujuan untuk mengecoh kita saja…
    😀

  4. Fabi Fuu says:

    wah tulisan yang bagus…. aq juga pernah di tanyai guru agamaku, mampukah ALLAH SWT membuat sesuatu yang teramat berat sampai DIA tidak dapat mengangkatnya?

    ku jawab bisa, guruku menyahut “berarti Allah lemah, padahal Allah itu Qudrat / Berkuasa”
    jika dijawab tidak bisa, maka Allah tidak Iradat (ﺇﺭﺍﺩﺓ / berkehendak) dong

  5. Ringga pratama says:

    Ketika anda bertanya tentang kontradiksi,dan menggabungkan segala kemustahilan untuk mengaburkan sifat2 ALLAH.pernahkah anda mencoba untuk memahami keberadaanNYA dgn ilmu matematika yg anda kuasai…
    Kenapa 0 menjadi lambang ketiadaan?
    Kenapa 1 menjadi awal dlm bilangan?

  6. embun says:

    Haha menarik sekali..
    Tuhan lah yang menciptakan kita dan otak kita..
    Ilmu yang kita ketahui sekarang itu berawal dari ciptaannya..
    Jawabannya pasti Dia mampu..
    Kenapa saya bisa bilang begitu..
    Bisakah manusia menciptakan alam semesta seperti Tuhan menciptakannya..? Jawab dengan logika manusia..
    Tapi kenyataannya Dia mampu menciptakannya..

    Perbedaan pengetahuan Manusia dengan Tuhan itu lebih jauh dari perbandingan Amoeba dengan Manusia..

    Mungkin saat ini Dia sedang tersenyum melihat ciptaannya pusing tujuh keliling yang berusaha menggapai-Nya dengan logika manusia.. Hihi

    • Aria Turns says:

      bisakah manusia menciptakan alam semesta seperti Tuhan menciptakannya..?

      Bagaimana kalau saya jawab mungkin saja, secara teori kita sudah mamapu membuat alam semseta, silahkan unduh paper ” How to create a universe” di http://lanl.arxiv.org/abs/physics/0702239
      Mungkin saja 100 tahu yg akan dateng kita bisa menciptakan alam semesta yg didalamnya ada kehidupan

  7. “Mampukah sang Maha Kuasa (Omnipotence) menciptakan batu yang teramat berat sehingga DIA sendiri tidak mampu mengangkatnya?” <– My Question is………….. untuk apa DIA repot-repot melakukannya?
    Hehehe…

  8. Andre_Yudi says:

    “Mampukah sang Maha Kuasa (Omnipotence) menciptakan batu yang teramat berat sehingga DIA sendiri tidak mampu mengangkatnya?”

    jawaban saya adalah tidak, pertama kemahakuasaan (Omnipotence) artinya berada diatas kekuasaan yang lain, artinya semua kekuasaan disekitar kemahakuasaan (Omnipotence) itu tidak ada, dan hanya ada 1 object yang Mahakuasa.

    lho kalo gitu gak Omnipotence dong?? coba bayangkan klo Object yg Omnipotence bisa membuat batu yang tidak bisa Dia angkat artinya ketika Dia menciptakan batu tersebut Dia bisa membuat batu yang kuasa/kekuasaan lebih kuat dari Dirinya. dan bila hal itu terjadi itu akan ada 2 object yang Omnipotence yaitu batu dan objek omnipotence sebelumnya.

    dan hal ini “bertentangan” dengan definisi omnipotence

    padahal sesuai argumentasi yang pertama
    “kemahakuasaan (Omnipotence) artinya berada diatas kekuasaan yang lain, artinya semua kekuasaan disekitar kemahakuasaan (Omnipotence) itu tidak ada yang melebihi si Objek yang Omnipotence tersebut.”

    begitulah argumentasi saya.

  9. adhiwirawan says:

    Kemustahilan-kemustahilan itu hanya membuktikan satu hal…, keterbatasan manusia…

  10. Bahasan lama nih, kinda absurd, and stupid.

    Pertanyaan-pertanyaan absurd di atas bisa disederhanakan menjadi:
    “Apakah sesuatu yang omnipotence (misal X) bisa menciptakan omnipotent (misal Y) yang lebih powerful?”
    Jawabannya jelas absurd, kalau ada omnipotent (si Y) yang lebih powerful, berarti entitas yang omnipotence yang menciptakan si Y (yakni si X) itu bukan entitas yang omnipotence donk.

    Sama halnya misalnya, “Bagaimana membuat segitiga yang bersisi 4?”
    Jawabannya juga absurd, karena secara definisi, segitiga adalah sebuah poligon yang mempunyai 3 sudut (vertex) dan 3 sisi (edge) berupa garis lurus. Lha sekarang, bagaimana sampeyan mendefinisikan “segitiga bersisi 4″, kecuali hanya dengan permainan kata yang absurd yang tidak bermakna.

    -______-”

    #FACEPALM

  11. adimath17 says:

    tuhan di luar jangkauan kita. karena tuhan yang menciptakan ini semua… knp qt harus meragukan kekuatan tuhan… tumbuhan, hewan, dan manusia diciptakan berbeda begitu juga angka, bilangan, dan semua konsep ttg matematika… karena tuhan berada di luar jangkauan kita beliau menciptakannya melalui orang2 yang beliau pilih..

  12. twins blog says:

    Kemahakuasaan TUHAN tidak dapat kita ukur dan nilai dengan logika manusia.

  13. noor says:

    Mas Aria yang terhormat,
    Saya hanya ingin mengemukakan pendapat saya mengenai tulisan di atas dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki.
    Pertama mengenai Matematika,kita semua tahu Matematika ( rumus ) di ciptakan oleh manusia yang menurut logika kita pasti memiliki celah kesalahan / kekurangan ( mungkin di sebabkan oleh faktor kekurangan fasilitas selama perumusan atau sifat dasar manusiawinya yaitu keterbatasan ilmu/kebodohan).atau mungkin dengan kemajuan teknologi era sekarang dan kemampuan mas Aria dalam ilmu matematika anda dapat memperbaiki/menambah rumusan yang ada. Sedangkan Tuhan ( Tuhan saya / Tuhan Nabi Muhammad SAW ) adalah yang menciptakan, memiliki segala ilmu yang ada dan tidak ada di muka bumi ini, jadi saya rasa cukup jelas perbedaan ilmu yang dimiliki oleh manusia dan Tuhan.
    Selanjutnya mengenai “Menurut Hemat saya, pertanyaan saya diatas dan juga  Paradoks Sang Maha Kuasa menujukan dalam kacamata logika, Tuhan bisa dipandang dari 2 sudut pandang berbeda: Tuhan diluar jangkauan Logika manusia atau sebaliknya Tuhan bertentangan dengan Logika”, ada suatu permasalahan dimana Tuhan memposisikan diri-NYA jauh dari jangkauan logika manusia, saya ambil contoh Isra’ mi’raj Rasulullah ( ket lebih lanjut dapat di cari di google ).pada waktu itu Rasulullah melakukan perjalanan Isro’ yaitu dari Masjidil haram di makkah ke Masjidil Aqso di palestine dalam waktu sepertiga malam( ada beberapa sumber menyatakan Rasulullah melakukan perjalan tsb terbang menggunakan Bouraq ) sedangkan jarak diantaranya cukup jauh walaupun menggunakan kendaran seperti kuda ataupun unta memakan waktu barhari-hari,perjalanan itu jauh dari logika manusia pada jaman tersebut akan tetapi dengan karunia dari Tuhan yang diberikan kepada manusia kita dapat menempuh perjalanan Indonesia – Amerika hanya dalam hitungan jam menggunakan pesawat terbang.
    Di lain permasalahan Tuhan juga memposisikan diri-NYA bertentangan dengan logika manusia , saya ambil contoh berikut: menurut ilmu hitung yang dimiliki oleh manusia 1 + 1 adalah dua, tapi tidak menurut ilmu Tuhan 1 + 1 bisa jadi tetap 2 bisa jadi 3,4,5 dan selanjutnya. Kenapa bisa? Jawaban adalah seorang laki-laki dipertemukan dengan seorang perempuan dalam sebuah ikatan pernikahan yang akan melahirkan anak-anak mereka. Itulah pendapat saya tentang tulisan diatas.
    Dan tanpa menggurangi rasa hormat saya kepada anda yang memiliki kelebihan ilmu ( logika maupun matematika ) saya menyarankan agar anda mempelajari satu ilmu lagi, yaitu ilmu Tauhid, saya yakin sekali setelah anda menguasai ilmu Tauhid ini anda akan memiliki logika yang lebih baik dari pada logika yang anda miliki sekarang.atau anda bisa menghubungi saya di alamat e-mail ini (btx_noor@yahoo.com ) untuk pengetahuan lebih lanjut tentang Tauhid
    Matematika hanyalah ilmu hitung bukan ilmu pasti, sedangkan ilmu pasti hanyalah milik Tuhan yang menciptakan segala ilmu, dan menciptakan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia.Tuhan yang memiliki kematian,hari akhir dan hari pembalasan… Allahu Ahad Al A’lim.

    • Fabi Fuu says:

      bagus bagus (y)

    • Indra Herdiana says:

      Terima kaish, mas. 🙂 Saya sekeyakinan dengan Anda. 🙂

      Tapi, ada beberapa hal yang ingin saya koreksi. 🙂

      1. Matematika itu bukan rumus atau pun ilmu hitung.
      2. 1+1 bisa bernilai bukan 10 tergantung basis bilangan yang digunakan.

      “Kenapa bisa? Jawaban adalah seorang laki-laki dipertemukan dengan seorang perempuan dalam sebuah ikatan pernikahan yang akan melahirkan anak-anak mereka. Itulah pendapat saya tentang tulisan diatas.” Saya tidak mengerti bagian ini, mas. 🙂 Bisa tolong jelaskan? 🙂

      Oh iya. 🙂 Menurut saya, tauhid dan logika itu bukan sesuatu yang harus dipisahkan. Logika dibutuhkan untuk mencerna sesuatu dengan benar, termasuk ilmu dan agama. Tanpa logika yang benar, pemahaman ilmu tidak akan benar. Jika pemahaman ilmu tidak benar, ajaran agama pun bisa disalahkaprahkan. Jadilah muncul tata cara ibadah di Islam yang tidka amsuk akal dna bahkan bertentanagn dengan dalil.

  14. animateholic says:

    Jika Tuhan dapat dijangkau logika manusia maka hal itu tidak dapat dijangkau logika manusia
    Jika Tuhan tidak dapat dijangkau logika manusia maka hal itu dapat dijangkau logika manusia.

    Kesimpulannya …?

  15. aab says:

    nice … 😀
    filsafat berperan nich…

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s