Tuhan, antara ada dan tiada

Saya menemukan 2 video di Youtube, 2 video yang pesannya bertentangan

  • Video pertama: Mathematical proof that there is no God

Di video ini, Tuhan direpresentasikan dengan Himpunan Semesta (Universal Set), yaitu himpunan yang memuat semua hal yang ada. Kemudian si pembuat Video menjelaskan tentang Teorema  Cantor beserta pembuktiannya, suatu Teorema yang mengakibatkan himpunan Semesta tersebut  mustahil ada. Karena jika himpunan Semesta ada akan kontradiksi dengan Teorema Cantor ( dikenal dengan Paradoks Cantor). So.. pembuat video menyimpulkan Tuhan tidak ada. Didunia Matematis, suatu hal mustahil ada jika suatu tersebut menimbulkan kontradiksi. Dengan merepresentasikan Tuhan sebagai objek matematis yang menimbulkan kontradiksi (yaitu himpunan semesta) maka dengan sendirinya kita bisa menyimpulkan tuhan tidak ada.

  • Video Kedua: The Mathematical Proof of God’s Existence

Dari Judulnya jelas video ini kebalikan dari video pertama. Di Video ini Tuhan direpresentasikan dengan angka 1. Kemudian si pembuat video menjelaskan secara matematis (yang sama sekali tidak matematis) bahwa 1 itu ada. So.. itu artinya Tuhan ada. Didunia matematis, suatu hal ada jika suatu tersebut tidak menimbulkan kontradiksi. Jelas 1 tidak menimbulkan kontradiksi, dengan merepresentasikan Tuhan sebagai 1 maka dengan sendirinya bisa disimpulkan Tuhan ada

Mematematikakan Tuhan

Untuk menerima atau bahkan menyangkal DIA secara matemtatis. Pertama-tama kita harus merepresentasikan Tuhan dengan objek matematika. Objek matematika yang merepresentasikan Tuhan tersebut haruslah diterima oleh banyak orang terlebih di kalangan matematikawan. Kemudian barulah kita buktikan apakah objek tersebut menimbulkan kontradiksi atau tidak. Jika ya maka objek tersebut mustahil ada dan jika tidak maka objek tersebut ada.

Video pertama dan kedua merepresentasikan Tuhan dengan objek matematika yang berbeda. Yang pertama merepresentasikan dengan objek yang menimbulkan kontradiksi sedangkan yang kedua dengan objek yang tidak menimbulkan kontradiksi. Jelas, hasilnya tentu saja akan bertolak belakang.

Nah..sekarang pertanyaan fundamentalnya:

Bisakah kita merepresentasikan Tuhan dengan objek matematika?

Bagi saya Tidak, semua agama jelas mengatakan Tuhan di luar logika kita. Bagaimana mungkin menjelaskan sesuatu yang diluar Logika dengan bahasa logika (baca:matematika). Dengan kata lain saya ingin berkata mustahil kita untuk menerima atau bahkan menyangkal DIA secara matematis.

———————————————————————————————————————————————

**Ingin mendapatkan kaos unik bertema matematika silahkan kunjungi kaos.ariaturns.com**

Advertisements

About Aria Turns

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in dll and tagged , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Tuhan, antara ada dan tiada

  1. aye says:

    Saya asumsikan mas Aria penganut agama tertentu, dan thus bertuhan (dong).
    Nah, tadi dikatakan ada banyak hal dalam fisika kuantum yg tak terikat hukum sebab akibat.
    Bagaimana anda yakin bahwa apa yang anda sebut “tuhan” itu BUKAN hal-hal yang disebut dalam fisika kuantum.
    Singkatnya; bagaimana anda bisa yakin bahwa figur yang anda sembah bener-bener tuhan?

  2. adit38 says:

    Loh bukti mas tetet kemaren kan membuktikan existensi Tuhan.

    • Aria Turns says:

      Maksud\ mas tulisan saya yang berjudul lemma Zorn dan pembuktian keberadaan tuhan
      Di tulisan tersebut say berkata berdasarkan lemma zorn di alam ini terdapat sesuatu yang tidak terikat hukum sebab akibat.
      dia akhir tulisan saya bertanya apakah sesuatu tersebut adalah tuhan?
      CMIIW Setau saya didalam fiska kuantum banyak hal2 yang tidak terikat hukum sebab akibat

  3. cita says:

    waw, really interesting.. ^_^ d

    tuhan mungkin sdg ketawa ketiwi geli melihat ciptaan-ciptaanNya memperdebatkanNya… hehehe..

    nice posting,

  4. vivindwi says:

    Saat ibadah dalam islam ada duduk takhiyat, dengan jari telunjuk tangan kanan diangkat (menunjuk). Dengan gerakan ibadah tersebut, menurut saya Tuhan lebih sesuai apabila disimbolkan dengan angka 1.

    Tapi memang adakalanya Tuhan harus di”lihat” dengan mata hati buka mata raga.

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s