Bicara tentang tuhan (lagi)

Barusan kencan ama Cewek (ya..iyalah ama cewek), Si Cewek itu bertanya

Mas, bisa gak sich Matematika itu membuktikan tuhan itu ada?

Saya menjawab

Dahulu para Matematikawan yakin bahwa semua pernyataan Matematis itu bisa dibuktikan, bisa ditunjukan bener atau salah, tapi pada tahun 1930 Seorang Matematikawan Austria, Godel* menunjukan bahwa ada pernyataan Matematis yang bernilai bener tapi tidak bisa, dan tak akan pernah bisa dibuktikan kebenarannya. Jadi  dalam Matematika sekalipun kita harus bisa menerima beberapa hal begitu saja tanpa bisa dibuktikan, begitu pula dengan Tuhan,kita tidak akan bisa membukktikan-Nya sampai hari kiamat sekalipun.

Setelah mengatakan hal ini, si cewek tersebut memandang kagum ke saya 🙂

Note

* dikenal dengan Gödel’s Incompleteness Theorem Teorema tidak lengkap Godel. Saya berniat untuk membahasnya secara mendetail tapi harap bersabar ya saya masih memepelajarinya karna sendiri belum paham 100% mengenai Gödel’s Incompleteness Theorem

Salah satu pernyataan matematis yang diyakini kebenarannya tapi tidak bisa dibuktikan adalah Hipotesis Continuum

Saya pernah menulis Lemma Zorn dan pembuktian keberadaan tuhan tapi menurut saya Gödel’s Incompleteness Theorem lah yang paling tepat untuk memebicarakan tuhan melalaui kacamata Matematika menurut Gödel’s Incompleteness Theorem Tuhan tidak bisa dibuktikan sudah titik, perdebatan selesai.

 

 

———————————————————————————————————————————————-
**Ingin mendapatkan kaos unik bertema matematika silahkan kunjungi kaos.ariaturns.com**
Advertisements

About Aria Turns

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in dll and tagged , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Bicara tentang tuhan (lagi)

  1. aku juga setuju dengan winky, apakah perlu membuktikan keberadaan Tuhan?
    kalaupun memang dapat dibuktikan, kembali lagi ke pertanyaan awal : apakah itu perlu?

    • Ahmad Heryawan says:

      Apatisme mengganggap konsep Tuhan adalah sesuatu yg tak berguna.

      Tak jauh beda dengan khayalan ET.

      Membuktikan keberadaan ET sama saja dengan membuktikan keberadaan Tuhan.

      Aku apatis!

      • Duh, bukan begitu maksudku.
        Menurutku, Tuhan itu ada bukan untuk dibuktikan tetapi untuk diyakini.
        Kalau kita sibuk membuktikan keberadaan Tuhan, nanti justru kita yang rugi, dan bisa terjebak musyrik nanti.
        Lagipula masih banyak yang harus dipikirkan selain membuktikan keberadaan Tuhan.

  2. Wawan Cahyono says:

    Tuhan adalah sesuatu yang tidak perlu dicari.
    Mencari Tuhan adalah sesuatu yang sia-sia.

    Hati-hati jangan terjebak oleh manusia-manusia yang mengaku nabi.

    Berbuat baiklah sesuai logika dan nuranimu.

    Hati nurani tidak akan berbohong.

  3. The_JaeV says:

    benar banget,,,,

    Tuhan
    gk perlu dibuktiin

  4. nazwir says:

    ALLAH SWT YANG DAHULU TIADA BERPERMULAAN, YANG AKHIR TIADA BERKESUDAHAN, YANG KUASA TANPA BATAS, YANG MELIHAT TANPA DAPAT DIHALANGI, YANG TAHU TANPA DAPAT DISEMBUNYIKAN,YANG ADIL TANPA DAPAT DICURANGI.

  5. nazwir says:

    YANG LEMAH MEMERLUKAN BANTUAN, ANAK, SAHABAT, MAUPUN ISTRI. TIDAKLAH PANTAS YANG LEMAH MENJADI TUHAN. WAHAI SAUDARA, CARILAH KEBENARAN SEBALUM MAUT MENJEMPUT. CARILAH AGAMA YANG BISA DITERIMA LOGIKA MANUSIA, BUKAN MEMAKSAKAN KEYAKINAN YANG TIDAK MASUK AKAL. PELAJARAILAH ISLAH, INSYAALLAH SESUAI DENGAN LOGIKA MANUSIA.

  6. nazwir says:

    KITA ADA KARENA ADA YANG MENCIPTAKAN, SEANDAINYA ORANG TUA KITA YANG MENCIPTA, TENTU DIBUAT ANAK SESEMPURNA MUNGKIN. TAPI KENYATAAN ADA ANAK YANG TIDAK SEMPURNA. INI MEMBUKTIKAN BAHWA ADA YANG LAIN YANG MENGATUR. ALAM ADA, PASTI ADA YANG MEMBUAT. ITULAH DIA YANG MAHA KUASA, ALLAH SWT YANG TUNGGAL, DAN TIDAK MEMERLUKAN BANTUAN, ANAK MAUPUN ISTRI KARENA SEMPURNANYA.

  7. gilang says:

    Gak sabarr rrrrrrrrrrrrrrrrrr rasanya mo ngabaca pastingan “Godel Incompleteness Theorem” . The Great writing!!

  8. ayasofa says:

    “Sesuatu yang keberadaan di yakini dengan akal, tidak harus sesuatu itu dapat diindera”.
    Tak perlu lah kita maksa-maksain cari-cari rumusan matematis “keberadaan tuhan”. Apalagi ditambah-tambah filsafat, wah bisa runyam jadinya!

  9. Pencipta Tuhan says:

    Apakah kita perlu Tuhan?

    Kalau tidak ada manfaatnya untuk apa dicari bukti ada atau tidaknya?

  10. winky says:

    cuman sebenarnya apakah kita perlu membuktikan Tuhan..walaupun kita mau membuktikan bahwa Tuhan tidak bisa dibuktikan..apakah itu perlu??

    tapi kayak’e teoremanya menarik…ditunggu postingannya gan 😀

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s